Wasawho merupakan sosok mantan talenta EVOS Esports yang saat ini berprofesi sebagai Mobile Developer, streamer, pembuat konten kreatif, penikmat game, serta praktisi cosplay berpenampilan menawan.
Identitas Wasawho di tengah kancah kompetitif esports Indonesia mungkin sudah terdengar akrab bagi banyak peminat, terlebih mengenai kiprahnya di industri hiburan digital serta penampilannya sebagai seorang cosplayer yang kerap mencuri perhatian publik.
Wanita yang memiliki nama panggung Maevy atau Wasawho ini adalah figur publik esports berbakat asal Indonesia yang sebelumnya terikat kontrak bersama manajemen Macan Putih, seraya tetap menjalankan peran profesionalnya di industri teknologi aplikasi mobile sekaligus seni reka busana tokoh rekaan.
Jejak langkah pendidikannya diawali kala ia terdaftar sebagai seorang mahasiswi pada program studi Teknologi Informasi di institusi pendidikan BINUS University, sebelum akhirnya merampungkan masa studinya dan meraih gelar akademik resmi Sarjana Komputer (S.Kom) pada tahun 2023.
Pencapaian akademiknya semakin diperkuat melalui penyematan titel prestisius sebagai “Best Graduate of Mobile Application and Technology 2024” di universitas kenamaan tersebut, sebuah bukti nyata bahwa perempuan ini memadukan intelektual mumpuni dengan keahlian teknis yang sangat solid.
Kala masih menempuh masa perkuliahan, dirinya pun telah terbiasa menangani aneka proyek lepas skala mini di bidang perancangan perangkat lunak piranti genggam sembari tetap membagi fokus untuk siaran langsung daring serta memproduksi konten multimedia secara berkesinambungan.
Titik mula perjalanannya di ranah esports kompetitif bermula saat dirinya diperkenalkan sebagai talenta anyar EVOS Stars, kabar mana yang secara resmi dipublikasikan melalui kanal media sosial Instagram EVOS Esports (@evosesports) pada penanggalan 23 Desember 2024 silam.
Kendati demikian, fase untuk bisa mengukuhkan posisi sebagai figur representatif di organisasi sebesar EVOS Esports sama sekali tidak dilalui dengan jalan yang sepenuhnya mulus tanpa rintangan. Jauh sebelum menapaki langkah tersebut, niatannya sempat memicu keraguan mendalam dari pihak kedua orang tua perihal keputusannya terjun ke bidang industri game digital.
Pihak keluarga sempat memiliki anggapan bahwa menggeluti peran sebagai talenta digital dalam ekosistem esports dipandang kurang memberikan kestabilan karier masa depan yang meyakinkan, sekaligus menaruh kecemasan terhadap kelangsungan hidup di panggung hiburan virtual masa kini.
Akan tetapi, Wasawho memperlihatkan keteguhan hati yang luar biasa kuat dan memupuk keyakinan pribadi bahwa kecintaannya pada hobi serta antusiasmenya mampu dialihwujudkan menjadi mata pencaharian nyata yang berdaya saing tinggi.
Bahkan jauh sebelum jalinan kesepakatan formal diteken bersama manajemen EVOS Esports, figur berbakat ini sesungguhnya telah menerima banyak tawaran serupa dari organisasi esport kenamaan lainnya yang bermaksud mengontrak jasanya sebagai figur promosi.
Seluruh tawaran dari berbagai pihak tersebut ia kesampingkan dengan penuh pertimbangan rasional, lantaran dirinya memandang wadah organisasi EVOS Esports merupakan tempat paling proporsional untuk mengasah kemampuan diri selaras dengan visi jangka panjang yang dimilikinya.
Selain aktif menggeluti dunia kreatif esport, ia memiliki pijakan latar belakang karier yang matang di sektor teknologi modern dengan mengambil spesialisasi rancang bangun aplikasi gawai pintar, suatu perpaduan latar belakang yang relatif sangat langka ditemui di kalangan talenta tim esports masa kini.
Pekerjaan di sektor komputasi terapan ini menjadi penanda kuat bahwa dirinya merupakan seorang perempuan serbabisa yang tak sekadar memahami seluk-beluk ilmu teknologi tingkat lanjut secara mendalam, namun juga terbukti piawai menghibur para audiens melalui konten-konten kreatif yang disajikan.
Namun sayangnya, perjalanan kebersamaan itu harus berakhir kala pihak manajemen EVOS Esports secara terbuka merilis pengumuman perpisahan (farewell) melalui unggahan resmi Instagram pada 20 September 2026, yang mana dalam keputusan tersebut turut menyertakan nama dua talenta lainnya yakni Najel serta Char.
Kendati waktu kerjasamanya telah usai, Wasawho tetap menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada tim Macan Putih atas kesempatan emas yang diberikan untuk bertumbuh di industri kompetitif sembari dirinya tetap konsisten menjalani profesi teknis perancang aplikasi mobile.
Keluarnya figur ini dari struktur organisasi tentu meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi basis penggemar setia, khususnya komunitas EVOS Fams, mengingat keberadaannya selama ini memancarkan aura kecantikan visual, kecerdasan akademis, serta kematangan bakat yang begitu komprehensif.
Kepribadiannya turut mengukuhkan pandangan positif di mata publik bahwa seorang perempuan memiliki kapabilitas penuh untuk menorehkan pencapaian gemilang pada tiga pilar yang berlainan sekaligus, yakni skena permainan interaktif, panggung industri esport, dan bidang kemajuan teknologi modern.
Berikut ini disajikan deretan rangkuman catatan menarik seputar jati diri Wasawho yang layak untuk disimak:
Eks Talent EVOS Esports
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, permulaan karier Wasawho di ranah hiburan esport diawali saat manajemen resmi EVOS Esports merekrutnya pada penghujung bulan Desember 2024.
Pendekatan perdana dilakukan melalui pesan langsung (DM) pada jejaring sosial Instagram, yang kemudian dilanjutkan dengan undangan bertandang secara langsung menuju fasilitas Integrated Training Facility (ITF) milik tim untuk menyaksikan gelaran kegiatan internal, meninjau squad pemain, sembari menyelaraskan rencana tugas kerja yang akan diembannya.
Kala resmi bergabung, dirinya ditempatkan ke dalam divisi EVOS Stars, yaitu sebuah wadah khusus bagi para pegiat siaran daring yang bertugas melangsungkan live streaming, mematangkan kapasitas personal branding diri sendiri, serta mengangkat citra positif bendera EVOS.
Sempat Diragukan Orang Tuanya
Sebelum memantapkan langkah masuk ke dalam formasi EVOS Esports, Wasawho sesungguhnya telah berstatus sebagai pekerja penuh waktu (full-time) di bidang rekayasa sistem perangkat genggam. Reaksi cemas seketika muncul dari kedua orang tuanya saat mendengar penawaran talenta tersebut, terutama terkait ketidakpastian jenjang karier serta pandangan umum mengenai masa depan industri esports yang kerap dinilai rentan.
Faktor lain yang memperberat izin keluarga adalah riwayat kondisi fisiknya yang rentan terserang penyakit, menimbulkan kekhawatiran besar orang tua akan risiko kelelahan ekstrem jika ia memaksakan diri membagi konsentrasi di dua industri berlainan dengan tuntutan waktu yang berpotensi saling berbenturan.
Beruntung sekali, jajaran staf manajemen EVOS Esports memberikan fleksibilitas tinggi dengan menyusun penyesuaian jadwal penugasan secara cermat, sehingga ia dapat menjalankan seluruh tanggung jawab pekerjaannya tanpa mengalami kendala tabrakan agenda harian.
Pernah Ditawari Tim Esports Lain
Wasawho pada masa awalnya juga sempat dilirik dan memperoleh tawaran kerja serupa dari bermacam entitas tim esports pesaing, namun seluruh penawaran tersebut ditepis lantaran kemantapan hatinya telah berlabuh pada EVOS Esports yang diyakininya mampu memberi ruang ekspresi luwes bagi pertumbuhannya sebagai figur talenta profesional.
Mobile Developer
Rutinitas profesinya sebagai tenaga ahli rekayasa aplikasi telepon seluler menuntut curahan daya cipta tinggi di ranah teknologi informatika, khususnya kemahiran merangkai baris-baris kode program secara sistematis.
Oleh sebab itu, bekal fondasi akademis dari bangku kuliah jurusan Teknologi Informasi menjadi modal fundamental yang menuntutnya untuk senantiasa berpikir tajam, tangkas, serta analitis manakala tengah mengeksekusi aneka tahapan proyek pembuatan perangkat lunak bergerak.
Kendati disibukkan oleh padatnya agenda komputasi, pembuatan konten media, dan siaran langsung, Wasawho pada dasarnya adalah seorang penikmat game sejati yang sangat gemar menjajal game bernuansa horor yang memacu adrenalin, game tembak-menembak taktis Valorant, arena pertempuran Mobile Legends: Bang Bang, hingga laga Counter-Strike 2.
Catatan menarik lainnya yang melekat erat pada sosok Wasawho ialah kiprahnya sebagai penampil karya kostum (cosplayer) yang kerap memeragakan aneka tokoh, baik yang bersumber dari dunia kenyataan maupun kisah-kisah fiksi populer.
Kecintaannya terhadap hobi ini tercermin dari ketelitian tingkat tingginya dalam mempersiapkan detail rancangan busana, riasan wajah yang presisi, hingga pernak-pernik pendukung demi menampilkan figur tiruan yang semirip mungkin dengan rupa karakter aslinya.
Koleksi kreasi tersebut lantas kerap ia abadikan ke dalam format dokumentasi foto artistik maupun cuplikan video teatrikal yang memikat khalayak, seperti aksinya kala menghidupkan karakter Reze dari waralaba anime Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc, figur boneka horor Chucky, serta sosok ikonis Ada Wong dari waralaba permainan Resident Evil.
Aktif Streaming
Dalam kapasitasnya sebagai figur pembuat konten siaran langsung, Wasawho aktif menyapa para pemirsanya melalui saluran YouTube resmi miliknya dan platform media sosial TikTok, memadukan sesi bermain game dengan obrolan hangat seputar dinamika kehidupan, wawasan teknologi, maupun topik ringan yang menghibur.
Saat pertama kali menelusuri profil Wasawho di linimasa media sosial, publik akan langsung menangkap kepribadiannya sebagai sosok wanita yang memiliki rasa percaya diri tinggi serta berani menampilkan citra diri yang memikat dan sensual.
Pilihan gaya penampilan serta busana yang ia kenakan di hadapan kamera sejatinya merupakan perwujudan dari konsep personal branding yang telah ia bangun secara konsisten dalam jangka waktu yang panjang.
Walaupun gaya busana tersebut tak jarang menuai kritik miring serta cibiran dari segelintir warganet di jagat maya, ia tetap berpegang teguh pada prinsip pribadinya bahwa setiap individu memiliki kedaulatan mutlak atas cara berpenampilan, selama hal tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi entitas lain di sekitarnya.
Sikap mental yang ditunjukkannya ini semakin mempertegas karakter Wasawho sebagai sosok tangguh yang berani berdiri di atas nilai-nilai kemandirian yang ia yakini secara utuh.

